Laba Bersih 2004 AALI Diprediksi Naik Lebih dari 50%
Selasa, 11 Mei 2004 15:32 WIB
Jakarta - Laba bersih PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tahun 2004 diperkirakan naik lebih dari 50 persen dibanding tahun 2003 yang sebesar Rp 280,7 miliar. Hingga kuartal pertama 2004, laba bersih perseroan telah mencapai Rp 200 miliar."Laba bersih kita kuartal pertama sudah mencapai Rp 200 miliar, sementara tahun 2003 Rp 280 miliar. Ini pasti growth-nya naik lebih dari 50 persen untuk tahun ini. Tapi kan kita tidak boleh ngomong angka," kata Wakil Presiden Direktur AALI, Benny Tjoeng, di sela-sela Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Hotel Gran Melia, Jakarta, Selasa (11/5/2004).Meningkatnya laba bersih AALI ini tidak terlepas dari naiknya produksi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan harga rata-rata CPO. Menurut Benny, target produksi CPO tahun 2004 sebesar 720.000 ton, naik 15 persen dibanding tahun sebelumnya.Sementara hingga hari ini, disebutkan harga CPO di Rotterdam, Belanda, sudah mencapai US$ 515 per ton. "Kita juga sudah hedging kira-kira 20 persen dari total produksi kita yakni kira-kira US$ 485 per ton. Jika target US$ 485 per ton tercapai maka kinerja kita bisa lebih baik dari tahun lalu," kata Benny.Ia juga menjelaskan, hingga April 2004, realisasi produksi CPO sudah naik 30 persen dari tahun sebelumnya.Penerbitan ObligasiLebih lanjut, Benny menjelaskan, perseroan memiliki utang jatuh tempo pada 31 Maret 2005 sebesar Rp 500 miliar. Untuk membayar utang tersebut, perseroan akan melihat kondisi pasar. Jika kondusif dan harganya kompetitif, maka perseroan akan menerbitkan obligasi.Namun perseroan baru akan memutuskan penerbitan obligasi itu pada akhir semester pertama 2004. Jika harga dan produksi CPO bagus, kemungkinan AALI hanya akan melakukan pinjaman perbankan.Dijelaskan Benny, Astra Internasional (ASII) sebagai perusahaan induk telah berjanji akan mengambil alih saham milik Edwin Surjadjaja sebesar 7 persen. "Pak Edwin itu punya saham yang di-pledge di bank tertentu dimana Astra Internasional berjanji akan ambil alih. Kalau tidak salah, harganya 4.000-an per saham," katanya.Menurut dia, realisasi pengambilalihan saham tersebut kemungkinan dilakukan pada bulan depan. Jika itu terlaksana, nantinya saham ASII di AALI akan menjadi 70 persen dari semula 63 persen.Mengenai rencana pembagian dividen, manajemen mengusulkan sebesar 50 persen dari laba bersih tahun 2003 atau Rp 90 per saham. Dividen itu lebih tinggi dibanding diivden tahun 2002 yang sebesar Rp 60 per saham.
(ani/)











































