Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Sayur dan Buah Indonesia Hasan Johnny Widjaja kepada detikFinance, Rabu (9/2/2011).
"Jengkol itu sebenarnya suplainya setiap saat bisa. Sekarang ini memang kurang sekali karena cuaca menghancurkan semua. Bulan 4 (April) nanti akan panen," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Buah dan bunganya banyak yang berjatuhan sebelum di petik," jelasnya.
Menurutnya melorotnya produksi jengkol terjadi di sentra-sentra jengkol seperti Sulawesi, Lampung, sementara untuk Jawa Barat relatif lebih kecil suplainya.
"Jadi tahun ini benar-benar karena cuaca," ucapnya.
(hen/ang)











































