BPS: Kenaikan Harga Minyak Dunia Tak Pengaruhi Ekonomi RI
Kamis, 13 Mei 2004 12:22 WIB
Jakarta -
Melambungnya harga minyak mentah internasional akhir-akhir ini yang mencapai 40 dolar AS/barel diperkirakan tidak akan memberi pengaruh yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Pasalnya, Indonesia saat ini sudah hampir menjadi negara nett imported.Hal ini disampaikan Deputi Bidang Neraca Perdagangan dan Statistik BPS Rusman Heriawan di Gedung DPR, Jl. Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis, (13/5/2004)."Kita memang sekarang masih nett exported, tapi dari sisi produksi kita akan menjadi nett imported. Jadi, harga minyak yang bagus itu secara neraca sebetulnya belum tentu bagus bagi Indonesia," ungkap Rusman.Ia lalu menjelaskan, untuk negara yang hampir menjadi nett imported meskipun nilai yang diperoleh dari kenaikan harga minyak cukup baik, namun Indonesia juga harus membayar dengan jumlah yang sama untuk impor.Saat ini, menurut Rusman, Indonesia masih mengimpor minyak terutama untuk kilang-kilang yang membutuhkan bahan baku impor dari luar negeri. Sementara pengaruh melambungnya harga minyak, kata dia, baru akan terlihat 2-3 bulan ke depan karena kontrak perdagangan minyak sifatnya future trading."Jadi, kalau ada kenaikan harga minyak sekarang dampaknya baru kita lihat 2-3 bulan ke depan. Jadi, tidak instan seperti jual beli biasa," kata Rusman.
(mi/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































