Purnomo Imbau Produsen Batubara Utamakan Pasokan Dalam Negeri

Purnomo Imbau Produsen Batubara Utamakan Pasokan Dalam Negeri

- detikFinance
Kamis, 13 Mei 2004 15:00 WIB
Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro meminta produsen batubara untuk mengutamakan kepentingan pasokan dalam negeri demi keamanan pasokan listrik nasional. Diakui tingginya harga batubara dunia saat ini telah menyebabkanprodusen batubara lebih memilih mengekspornya ketimbang memenuhi kebutuhan nasional. Akibatnya stok batubara dalam negeri berkurang. Kondisi tersebut semakin memburuk karena adanya faktor alam yang menghambat pengiriman batubara ke pembangkit listrik PLN. "Jadi saya imbau agar produsen batubara tidak mengalihkan marketnya ke luar negeri. Saya minta mereka untuk lebih memperhatikan kepentingan nasional meski kalau dijual ke luar negeri untungnya lebih besar. Ini kan demi kepentingan pasokan nasional," kata Purnomo saat konferensi pers di Gedung DESDM, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/5/2004).Sebagaimana diketahui sistem listrik Jawa Bali saat ini berstatus siaga menyusul kurangnya pasokan batubara dari PT Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) ke PLTU Suralaya. Akibatnya Suralaya hanya dapat memasok 2.200 MW dari kapasitas normalnya sebesar 3.400 MW.PTBA sendiri mengalami hambatan dalam pengiriman batubara karena terganggunya jalur kereta api ke Suralaya. Selain disebabkan oleh kurangnya pasokan batubara ke PLTU Suralaya, sejumlah pembangkit PLN, PLTG Muara Karang dan Paiton juga tengah mengalami perawatan. Purnomo juga menegaskan, pihaknya mengimbau PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) ke depan melakukan kontrak penyuplaian batubara jangka panjang agar keamanan pasokan listrik nasional terjaga."Kalau ada kontrak, tidak serta merta stok batubara habis meskiada kejadian seperti ini," ujarnya.Ketika ditanya kemungkinan mengganti bahan bakar batubara dengan BBM, Purnomo menegaskan, hal itu hingga kini masih dalam kajian. Namun demikian, pemerintah tetap berkomitmen tidak menaikkan tarif listrik meski perubahan itu akan meningkatkan biaya produksi listrik. "Kalau kita pakai BBM, biaya produksi akan meningkat. Tapi kita tegaskan, harga listrik tidak akan naik," ujarnya. (mi/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads