Dua Investor Asing Berminat Bangun Storage di Indonesia
Kamis, 13 Mei 2004 16:48 WIB
Jakarta - Dua perusahaan multinasional berminat menanamkan investasi di bidang hilir dalam bentuk pembangunan fasilitas penyimpanan BBM (storage). Kedua perusahaan adalah Royal Vopak NV asal Belanda yang berbasis di Singapura dan Oiltanking dari Singapura. "Saat ini sudah ada dua, yaitu Vopak, perusahaan Belanda yang berbasis di Singapura dan juga Oiltanking dari Singapura yang berminat membangun storage di Indonesua. Vopac sudah punya cabang di 26 negara, maka sekarang mereka ingin merambah ke Indonesia," ujar Kepala Badan Pengatur Migas (BPH Migas) Tubagus Haryono saat konferensi pers di kantornya, Jl. Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/5/2004).Adanya investasi baru tersebut diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian nasional. Tubagus menambahkan, pembangunan storage ini sangat penting untuk jaminan ketersediaan BBM dalam negeri."Storage yang dimiliki Pertamina saat ini sudah full capacity. Jadi kalau ada investor yang mau masuk, mereka harus membangun storage sendiri," tukasnya.Indonesia sendiri membuka peluang bagi perusahaan selain Pertamina untuk menanamkan investasi di sektor hilir migas, menyangkut penyediaan dan pendistribusian BBM, pembangunan infrastuktut pengagkutan gas bumi, dan lain-lain. Terbukanya peluang tersebut merupakan implementasi dari UU No. 22/2001 tentang migas yang mengakhiri peran Pertamina sebagai pemain tunggal migas di Indonesia.
(mi/)











































