77 Kontainer Daging Ilegal Masuk Indonesia

77 Kontainer Daging Ilegal Masuk Indonesia

- detikFinance
Rabu, 09 Feb 2011 18:10 WIB
77 Kontainer Daging Ilegal Masuk Indonesia
Jakarta - Masuknya daging-daging impor ilegal tanpa izin ke Indonesia mulai merajalela. Ada 77 kontainer daging sapi ilegal yang tertangkap di Pelabuhan Tanjung Priok yang juga berisi tetelan dan jeroan.

Demikian disampaikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (9/2/2011).

"Saya menyempatkan melihat 77 kontainer isinya daging tetapi 77 kontainer itu ada di kontainer yang masih pakai refrigerator, lemari es. Yang 10 kontainer isinya daging tetelan atau jeroan, yang 67 kontainer itu isinya daging," tuturnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Agus, 77 kontainer daging impor ilegal tersebut ditemukan masih dalam pantauan bagian karantina (Ditjen Peternakan-Kementerian Pertanian) atau belum masuk wilayah Ditjen Bea Cukai (Kementerian Keuangan). Agus mengaku belum mengetahui nilai nominal temuan tersebut.

"Sebanyak 77 kontainer itu belum sampai di areanya Bea Cukai, masih di areanya karantina jadi ibarat kalau kita datang di airport itu belum lewat imigrasi, belum ke bea cukai. Tapi kita sudah tandain karena ketika 77 kontainer itu sampai ke Indonesia harusnya sudah ada SPP sebagai declaration mereka akan impor. Ternyata tak ada SPP itu, tapi itu adalah domainnya karantina tapi saya sudah instruksikan kepada bea cukai kalau tidak ada SPP jangan dilepaskan dan itu dianggap ilegal,” tegasnya.

Agus menyatakan celah dari penyimpangan tersebut karena pelabuhan sebagai perbatasan masih dihuni banyak pihak. Idealnya, lanjut Agus, pelabuhan hanya ditempati 3 pihak, imigrasi, karantina, dan Bea Cukai.

"Memang idealnya kita punya perbatasan itu termasuk pelabuhan hanya boleh diisi oleh imigrasi, bea cukai, dan karantina supaya tidak ada semrawut," ujarnya.

Agus mengatakan akan berkoordinasi dengan imigrasi dan karantina untuk menjaga negara dari produk-produk ilegal sehingga target-target impor tetap terjaga.

"Kita mesti ada koordinasi yang baik di antara yang diberikan tugas menjaga perbatasan ini. Kita ada inisiatif yang nanti ada kerjasama di otoritas itu dalam bentuk  Indonesian National Single Window (INSW) itu untuk lebih menyelesaikan dokumennya tapi kita juga lebih untuk mengoordinasi kargonya, itu yang mau kita perbaiki ke depan," tandasnya.

Selain itu, Agus mengatakan sepanjang 2010 lalu impor daging melebihi kuota yang ditetapkan. Dari kuota 76 ribu ton, ternyata realisasinya mencapai 120 ribu ton.

Agus juga heran dengan realisasi impor daging pada awal tahun ini yang sudah mencapai 10 ribu ton. Padahal kuota impor daging di 2011 ditetapkan hanya 50 ribu ton.
(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads