"Maksud saya makin banyak saya dapat laporan dari masyarakat bahwa ada penyelundupan-penyelundupan jadi saya mesti yakinkan di Tanjung Priok yang 60-70% kegiatan impor ada di sana mereka betul-betul tidak kurangi standarnya dan mereka betul-betul tidak boleh diintervensi. Jadi saya mau yakinkan itu," ujar Agus ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Rabu (9/2/2011).
Selain itu, Agus melakukan sidak tersebut guna membuktikan Komite Pengawas perpajakan menjalankan fungsinya dengan baik. Menurut Agus, temuan 77 kontainer dan 2 kontainer berisi minuman beralkohol (MMEA) yang dilihatnya dalam sidak sore ini di Tanjung Priok, serta temuan 2 kontainer berisi BlackBerry dan barang elektronik merupakan suatu hasil laporan masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau Komwas Perpajakan itu selama ini memberikan informasi kepada Menteri Keuangan dan informasinya itu baik dan mereka mengambilnya dari masyarakat setelah itu saya yang menginstruksikan ke Irjen atau ke Dirjen," jelasnya.
Dengan demikian, Agus mengharapkan Komwas Perpajakan dapat mengerjakan fungsinya dengan baik meskipun lembaga ini tidak memiliki kewenangan secara struktural.
"Kita ingin Komwas Perpajakan tetap bisa hadir dan menjalankan fugsinya tetapi mereka memang tidak punya kewenangan untuk struktural tapi mereka memberikan laporan kepada saya. Komwas perpajakan itu saya harapkan dapat meningkat kerjanya dan meliputi Pajak dan Bea Cukai," harapnya.
Mengenai temuan kontainer-kontainer yang berisi barang ilegal, Agus menyatakan akan menindak tegas.
"Yang tentang 2 kontainer isi BlackBerry maupun yang tadi barusan dibuka tentang miras saya minta ditindak dengan tegas," pungkasnya.
(nia/dnl)











































