Listrik Jawa-Bali Tetap Siaga
Jumat, 14 Mei 2004 00:12 WIB
Jakarta - Sistem listrik Jawa-Bali hingga kini masih berstatus siaga karena hanya memiliki cadangan operasi sebesar 110 megawatt (MW), jauh lebih rendah dari kapasitas normal 500 MW.HIngga Kamis (13/5/2004) malam, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) diperkirakan membutuhkan pasokan listrik mencapai 13.600 MW. Padahal, kemampuan pasokan pembangkit listrik yang ada hanya 13.710 MW.Menurut pantauan detikcom di situs PLN, cadangan hingga Kamis malam masih jauh lebih baik ketimbang Rabu kemarin yang hanya mencapai 30 MW.Sementara itu, untuk Jumat ini, PLN memperkirakan cadangan operasi akan kembali turun di posisi 100 MW, dengan perkiraan kebutuhan yang sama hari ini serta kemampuan pasokan hanya 13.700 MW.Sebagaimana diketahui, kondisi krisis listrik tersebut dipicu oleh kurangnya pasokan batubara dari PT Tambang Batubara Bukit Asam kepada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Suralaya, Cilegon.Pasokan tersebut terganggu oleh kondisi rel kereta api pengangkut batubara yang rusak akibat banjir. Akibatnya, PLTU Suralaya hanya mampu memasok 2.200 MW dari kapasitas normal yang mencapai 3.400 MW. Kondisi itu diperparah akibat adanya perawatan pada PLTG Muara Karang dan Paiton.Sementara itu, Direktur Transmisi dan Distribusi PLN, Herman Darnel Ibrahim, mengatakan dalam rapat direksi PLN Kamis, diputuskan PLN akan menggunakan bahan bakar minyak (BBM) pada sebagian pembangkit tersebut untuk menghindari terjadinya pemadaman listrik.
(ani/)











































