Agus Marto menyebutkan saat ini dana yang tersedia di Kementerian Luar Negeri untuk memulangkan para WNI dari Mesir adalah sebesar Rp 5 miliar. Kementerian Keuangan akan siap untuk mengucurkan dana tambahan apabila memang dibutuhkan.
"Di Kemenlu yang siap untuk pemulangan TKI yang ada di Mesir, kira-kira Rp 5 miliar. Kita siap mendukung dana-dana tambahan jika diminta oleh Kemenlu," ujar Agus Marto saat ditemui di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (10/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, pada akhir Januari lalu Presiden SBY menginstruksikan untuk melakukan evakuasi terhadap lebih dari 6.000 WNI yang berada di Mesir sehubungan dengan makin memanasnya situasi politik di Negeri Piramida dengan munculnya aksi demo yang menuntut mundurnya Presiden Hosni Mubarak.
Menlu Marty Natalegawa menyatakan sebelumnya bahwa Kemenlu sudah menyiapkan rencana penyelamatan. Pesawat dan personel yang akan melakukan evakuasi itu juga sudah disiapkan. Diantaranya, dengan mendirikan 20 posko evakuasi dan 3 titik safe house. Posko evakuasi itu disebar di seluruh Mesir.
Sementara untuk safe house itu berada di KBRI Kairo, di sekitar Universitas Al-Azhar, dan di kawasan Nasser City. Pihak Kemenlu berharap para WNI bisa menuju ke 3 safe house itu.
Menurut keterangan dari pihak Kemenlu, proses evakuasi ini akan dilakukan langsung memulangkan WNI dari Mesir ke Indonesia. Tidak transit ke negara tetangga Mesir yang lebih aman.
Evakuasi melibatkan 3 maskapai penerbangan dibawah koodinai Kementerian Perhubungan yaitu pesawat boeing 747-400 milik maskapai Garuda Indonesia, maskapai Lion Air dan Batavia Air yang menggunakan jenis pesawat Airbus A 320. Ketiga maskapai tersebut akan mengerahkan pesawatnya untuk mengevakuasi seluruh WNI yang berada di Mesir yang jumlahnya sekitar 6000 orang. Rencananya, evakuasi akan dilanjutkan hingga tanggal 11 Februari 2011.
(nia/qom)











































