Tunas Ridean Bagi Dividen Final Rp 12,2/Saham
Jumat, 14 Mei 2004 14:35 WIB
Jakarta - PT Tunas Ridean Tbk., (TURI) akan membagikan sisa dividen yang merupakan dividen final sebesar Rp 12,2/saham pada 1 Juli 2004. Sebelumnya, perseroan telah membayar dividen sementara sebesar Rp 7,3/saham yang dibayarkan pada Oktober 2003 lalu.Dengan demikian total dividen yang dibagikan kepada pemegang saham sebesar Rp 19,5/saham merupakan 33% dari laba bersih laba 2003 yang sebesar Rp 82 miliar.Hal ini disampaikan Direktur/Corporate Secretary Miranti Andiana disela RUPS di Gedung BEJ, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta, Jumat, (14/5/2004).TURI merupakan perusahaan distributor mobil untuk merek Toyota, MBW, Daihatsu, Peugeuot, Chevrolet, Subaru, Mercedes Benz dan sepeda motor merek Honda.Saat ini pemegang saham TURI adalah PT Tunas Andalan sebesar 44,47 persen, Jardine Cycle & Cariage sebesar 33,7 persen, serta publik 18,83 persen.Pada tahun 2004 ini perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 3,1 triliun atau naik 14 persen dibandingkan tahun 2003 yang sebesar Rp 2,7 triliun. Sedangkan laba bersih diprediksikan sebesar Rp 87,8 miliar naik 7 persen dibanding 2003 yang sebesar Rp 82 miliar. TURI juga berupaya mempertahankan pangsa mobil nasional di kisaran 4 persen.Hingga kuartal I 2004, penjualan TURI telah mencapai Rp 758 miliar naik 25 persen dibanding kuartal I 2003 yang Rp 608 miliar. Sedangkan laba bersih Rp 29 miliar naik 87 persen dibandingkan kuartal I 2003 yang sebesar Rp 15,4 miliar.Total penjualan mobil baru pada kuartal yang sama mencapai 3.980 unit naik 28 persen dibanding kuartal I 2003 yang sebesar 3.120 unit, di mana pangsa pasarnya stabil di kisaran 4 persen.Untuk anak perusahaan PT Tunas Finance Sarana ditargetkan bisa memberikan pinjaman baru sebesar Rp 1,5 triliun di tahun 2004 ini atau naik 73 persen dibanding tahun 2003 yang sebesar Rp 900 miliar, di mana pada kuartal I 2004 pendanaan yang sudah diberikan Rp 224 miliar naik 38 persen dibanding kuartal I 2003 yang sebesar Rp 162 miliar.Menurut Miranti, Tunas Finance juga berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp 350 miliar yang akan digunakan untuk modal kerja, di mana pada tahun lalu perseroan juga telah menerbitkan obligasi Rp 500 miliar.
(mi/)











































