Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan nilai perdagangan Indonesia-Mesir relatif kecil.
"Dengan pangsa ekspor ke Mesir hanya 0,7% dari total ekspor Indonesia, dan pangsa impor dari Mesir hanya sebesar 0,2% dari total impor Indonesia," ujarnya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (11/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, komoditas utama impor Indonesia dari Mesir adalah pupuk sebanyak 36,4%. "Ditambah bahan bakar mineral atau minyak sebanyak 23,4% dan komoditas garam, belerang, kapur sebanyak 21,3%," terangnya.
Dari sisi neraca perdagangan nonmigas antara Indonesia dengan Mesir selama 3 tahun terakhir selalu mencatat surplus untuk Indonesia, sedangkan untuk migas mengalami defisit.
Lebih jauh, Difi mengatakan total ekspor ke Mesir selama 2010 adalah mencapai US$ 850,8 juta dengan total impor adalah US$ 214,3 juta.
"Jadi dengan data tersebut, tidak ada pengaruhnya secara langsung dalam perdagangan RI-Mesir. Tapi gejolak di Mesir bisa berpengaruh pada harga minyak dunia," pungkasnya.
(dru/dnl)











































