BI: Krisis Mesir Tak Banyak Rugikan Perdagangan RI

BI: Krisis Mesir Tak Banyak Rugikan Perdagangan RI

- detikFinance
Jumat, 11 Feb 2011 12:25 WIB
Jakarta - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan krisis politik yang terjadi di Mesir tidak ada pengaruhnya secara langsung dalam perdagangan RI-Mesir. Tetapi gejolak di Mesir bisa berpengaruh pada harga minyak.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat Bank Indonesia Difi Ahmad Johansyah mengatakan nilai perdagangan Indonesia-Mesir relatif kecil.

"Dengan pangsa ekspor ke Mesir hanya 0,7% dari total ekspor Indonesia, dan pangsa impor dari Mesir hanya sebesar 0,2% dari total impor Indonesia," ujarnya kepada detikFinance di Jakarta, Jumat (11/2/2011).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Difi menambahkan, untuk komoditas utama ekspor Indonesia ke Mesir yang terbesar adalah lemak dan minyak hewan-nabati yang mencapai 53%. Kemudian, untuk karet dan barang dari karet hanya sebanyak 6,5% serta kertas/karton mencapai 5,6%.

Selain itu, komoditas utama impor Indonesia dari Mesir adalah pupuk sebanyak 36,4%. "Ditambah bahan bakar mineral atau minyak sebanyak 23,4% dan komoditas garam, belerang, kapur sebanyak 21,3%," terangnya.

Dari sisi neraca perdagangan nonmigas antara Indonesia dengan Mesir selama 3 tahun terakhir selalu mencatat surplus untuk Indonesia, sedangkan untuk migas mengalami defisit.

Lebih jauh, Difi mengatakan total ekspor ke Mesir selama 2010 adalah mencapai US$ 850,8 juta dengan total impor adalah US$ 214,3 juta.

"Jadi dengan data tersebut, tidak ada pengaruhnya secara langsung dalam perdagangan RI-Mesir. Tapi gejolak di Mesir bisa berpengaruh pada harga minyak dunia," pungkasnya.
(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads