Demikian disampaikan Direktur Keuangan GIAA Elisa Lumbantoruan, dalam konferensi pers usai pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Jumat (11/2/2011).
"Hasil IPO enggak ada sama sekali untuk pembayaran utang atau debt buy back. IPO sangat jelas untuk perencanaan bisnis Garuda dan anak usaha," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai kini, total utang berjalan perseroan mencapai US$ 460 juta. Utang tersebut telah berkurang signifikan dibandingkan sebelumnya, sekitar US$ 500 juta.
Hingga akhir Desember 2010 outstanding utang Garuda berasal dari European Credit Agency (ECA) US$ 270 juta. Sisanya dari debitur PT Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II, dan kepada beberapa pihak lainnya.
Pada 17 Desember 2010, perseroan telah menandatangani perjanjian penjadwalan kembali pembayaran utang (restrukturisasi) dengan ECA. Total utang perseroan ke ECA US$ 868 juta dan telah digunakan untuk pembelian enam unit pesawat Airbus A330-300 pada 2006 lalu.
Seluruh utang akan dilunasi perseroan kepada beberapa debitur, dengan kisaran 'cicilan' US$ 40 juta per tahun. Pembayaran diambil dari kas operasional dari keuntungan yang telah dibukukan perseroan.
"Kami memperoleh bunga yang ringan dan cicilan sebesar US$ 40 juta per tahun, ini sesuai dengan proyeksi kami," kata Emirsyah Satar, Direktur Utama GIAA.
Hari ini Garuda telah melepas saham baru 6,335 miliar lembar kepada publik. Ini setara dengan 26,67% dari total modal yang ditetapkan. Dengan harga pelaksanaan Rp 750 per lembar maka dana yang dapat Rp 4,751 triliun.
Uang ini tidak dinikmati Garuda sendiri. Pasalnya ada hak saham milik Bank Mandiri, dari utang perseroan yang kemudian dikonversi menjadi saham perdana. Saham Garuda milik BMRI sebanyak 1,9 miliar lembar, sedangkan milik BUMN Aviasi sendiri 4,4 miliar lembar. Dengan demikian jatuh murni Garuda atas saham IPO miliknya, Rp 3,3 triliun, sedangkan untuk BMRI Rp 1,451 triliun.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 47,48% atau 3.008.406.725 lembar saham dari total saham GIAA terserap oleh penjamin emisi karena sepinya permintaan. Hanya 3.327.331.275 lembar yang terserap oleh pasar, baik melalui pooling ataupun institusi.
(wep/ang)











































