Demikian disampaikan Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti di kantor GMF AeroAsia, Cengkareng, Jakarta, Jumat (11/2/2010).
"Yang sudah LCNC, Sinarmas Manunggal, anak usahanya. Juga ada beberapa perusahaan penerbangan (berminat), Jetstar (maskapai Australia). Mereka sedang negosiasi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masih negosiasi. Alot antara investor. Ada salah komunikasi di antara mereka," paparnya.
Segala bentuk negosiasi antara perseroan dengan calon investor tersebut berjalan secara business to business. Pemerintah hanya bisa menantikan hasil kesepakatan ke depan hingga 45 hari sejak diputuskannya.
PT LCNC merupakan perusahaan yang bidang penyewaan (lessor) pesawat. Sedangkan Sinarmas merupakan grup besar dengan lini bisnis di berbagai bidang. (wep/dnl)










































