Seperti diketahui, krisis politik yang terjadi di Mesir sekitar 2 pekan ini telah menimbulkan ketidakpastian di pasar keuangan dunia.
Harga minyak di AS turun US$ 1,24 atau 1,43% ke level US$ 85,49 per barel. Sementara harga emas turun US$ 2,98 atau 0,22% ke level US$ 1.358,5 per ounce.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan di sektor keuangan juga didukung oleh data ekonomi AS yang menunjukkan pemulihan. Tapi masih juga ada sentimen negatif soal krisis utang di Eropa yang akan membebani nilai euro. Nilai euro turun 0,49% ke US$ 1,35.
"Awalnya anda melihat gairah di pasar dan turunnya harga minyak di tengah harapan bahwa kekerasan di Mesir akan berhenti. Namun kita masih bertanya-tanya apa yang akan terjadi selanjutnya di Mesir setelah ini," ujar Analis Jay Suskind seperti dikutip Reuters, Sabtu (12/2/2011).
Jay mengatakan, jika muncul kekhawatiran bahwa Mesir tak akan menjalankan demokrasinya dan kekuatan pemimpin baru tak bersahabat terhadap Barat, maka akan muncul kekhawatiran baru.
Seperti diketahui, Presiden Mesir Hosni Mubarak menyerahkan kekuasaannya kepada dewan militer di Mesir, yang merupakan negara di kawasan Timur Tengah yang padat penduduknya. Militer menjanjikan akan adanya pemilihan presiden baru yang adil dan jujur di September nanti.
Di Eropa, indeks saham FTSEurofirst 300 berhasil menguat 0,41%, dan indeks MSCI juga naik 0,16%. (dnl/dnl)











































