APBN Babak Belur, Jika BI Naikkan Suku Bunga
Sabtu, 15 Mei 2004 12:52 WIB
Jakarta - Pengamat Pasar Modal Dandossi Matram menilai, Anggaran Penerimaan dan Belanja Negara (APBN) bisa babak belur, jika Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) karena terkait dengan rencana naiknya suku bunga AS The Fed pada Juni.Naiknya suku bunga The Fed akan membuat investor beralih ke dolar AS, dimana salah satu cara untuk mengeremnya adalah BI bisa menaikkan suku bunga. Namun jika cara itu yang dipilih maka APBN akan mengalami beban bunga yang berat dan bisa jadi babak belur."Kalau BI menaikkan suku bunga tidak ada masalah, paling ongkosnya lebih besar, paling APBN kita babak belur, karena utang luar negeri, obligasi rekap dan surat utang negara (SUN) mengacunya pada suku bunga BI, dimana jika hal ini dilakukan akan menyebabkan kenaikan beban bunga," kata Dandossi.Selanjutnya kata Dandossi, jika pemerintah menerbitkan obligasi baru untuk mengganti surat utang negara (SUN) yang jatuh tempo maka investor akan meminta tingkat bunga yang lebih tinggi.Menurut Dandossi, untuk mengatasi semua permasalahan tersebut, maka sistem penetapan kurs saat ini yakni floating exchange rate harus diubah, sehingga rupiah tidak terlalu dijadikan aksi spekulasi. "Satu hal yang harus diubah adalah pendekatan keuangan terbaru, karena tidak ada sistem penetapan kurs yang cocok bagi sebuah negara untuk selama-lamanya," ujarnya.
(ir/)











































