Dirjen Bea Cukai Thomas Sugijata mengatakan, serangan yang dialami Bea Cukai Batam Sabtu lalu merupakan serangan ketiga kalinya. Thomas sedang menimbang untuk mempersenjatai para aparatnya.
"Saya kira Menkeu akan membicarakan hal itu (mempersenjatai aparat) dengan Kapolri. Bea Cukai memerlukan alat untuk mempertahankan diri demi tugas negara dan menjaga wilayah itu tugas negara. Tentunya Bea Cukai tidak akan mundur, setelah diserang dan direbut Bea Cukai tidak akan berhenti untuk melakukan tindakan kepada penyelundup," tegasnya saat ditemui di Kantor Wilayah Bea Cukai Jakarta, Kemayoran, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isinya memang yang bersangkutan menyatakan barang bekas, tapi kita duga isinya MMEA sebanyak 3 ribu. Kalau barang bekas gak perlu mengerahkan massa, pasti ada barang yang berharga," ujar Thomas.
Setelah kedua kapal tersebut ditangkap, lanjut Thomas, 1 kapal kandas dan dijaga oleh 15 aparat bea cukai yang menggunakan speedboat, tetapi 1 kapal lagi bisa dibawa ke pantai dan dijaga 30 aparat bea cukai yang menggunakan kapal patroli.
Namun, pada pekan lalu, 30 orang datang menyerang aparat yang menjaga kapal yang kandas dan 100 orang meyerang aparat yang menjaga kapal yang sedang berlabuh.
"Pemilik barang mengerahkan massa untuk ambil alih kapal yang dijaga. Mereka melempar batu molotov, mengambil alih, Bea Cukai kan kekuatannya sedikit," ungkapnya.
Untuk menyelesaikan masalah tersebut, Thomas menyatakan pihaknya akan meminta bantuan dengan instansi terkait seperti kepolisian dan tetap bertindak sesuai prosedur agar tidak melanggar undang-undang.
"Memang masa lebih cepat, tentunya ini tidak dibenarkan karena penangkapan bea cukai dilindungi Undang-Undang yang sah Bea Cukai melaporkan ke Menkeu. Menkeu sudah melaporkan kepada Kapolri untuk dilakukan tindakan lebih lanjut," ujarnya.
(nia/dnl)











































