Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan beratnya menahan inflasi karena laju inflasi Januari mencapai 0,89%.
"Pekerjaan berat karena pada awal bulan, Januari, sudah mencapai 0,89%. Padahal masih ada 11 bulan," ujar Bambang saat jumpa pers di Gedung Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk Februari, inflasi range 0,3-0,5%. Kalau 0,3% kumulatif (Januari-Februari 2011) sudah 1,2%. Belum aman untuk mencapai 5,3%. Tapi harus lihat effort pada Maret-April," ujarnya.
Bambang menilai inflasi pada bulan Februari-April akan rendah karena tekanan harga beras yang mulai melemah karena adanya panen. "Februari-April mulai panen, tekanan harga beras berkurang sehingga inflasi lebih rendah," jelasnya.
Bambang menyatakan usai melewati kedua bulan tersebut, barulah pemerintah akan mengoreksi kembali asumsi makro.
"Maret-April mungkin akan ambil keputusan, terkait perubahan asumsi agar kebijakan pemerintah menjadi lebih kredibel, mendekati kenyataan," tandasnya.
(nia/dnl)











































