Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Perum Bulog Sutarto Alimoeso ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (17/2/2011).
"Di dalam negeri panen sudah terjadi di beberapa daerah produsen tapi terjadi penurunan kualitas, karena curah hujan tinggi dan serangan hama wereng. Curah hujan tinggi memicu panen dini, peluang munculnya bulir hijau dan mengakibatkan mahalnyya biaya jemur," tutur Sutarto.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sutarto mengatakan, Bulog tak berani membeli beras kualitas rendah dari petani karena tidak ada payung hukum yang membolehkan.
"Kami minta payung hukum supaya bukan kami yang bertanggung jawab ketika membeli di luar HPP (Harga Pembelian Petani). Ketika Bulog membeli di luar HPP, jadi pertanggungjawaban ada di Menteri Keuangan," tutur Sutarto.
Turunnya kualitas beras dalam negeri ini memang bakal membuat Bulog sulit untuk meningkatkan stok berasnya guna pengamanan pangan dalam negeri. Bisa saja opsi impor kembali diambil.
(dnl/dnl)











































