Petani Lokal 'Dikeroyok' Buah, Bawang dan Cabai Impor

Petani Lokal 'Dikeroyok' Buah, Bawang dan Cabai Impor

- detikFinance
Jumat, 18 Feb 2011 08:05 WIB
Petani Lokal Dikeroyok Buah, Bawang dan Cabai Impor
Jakarta - Indonesia dengan lahan pertanian dan perkebunan yang luas ternyata tak lantas membuat para petaninya hidup sejahtera. Para petani lokal justru semakin tertekan hidupnya karena produk mereka harus bersaing dengan banjir produk impor pertanian dan perkebunan.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto dalam pokok-pokok pikirannya yang diterima detikFinance, Jumat (18/2/2011).

Menurut Prabowo, kebijakan perdagangan pemerintah yang liberal sering bertentangan dengan kebijakan revitalisasi pertanian. Ironis, di saat pemerintah menjanjikan prioritas pembangunan pertanian melalui revitalisasi pertanian, yang terjadi justru marjinalisasi pertanian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini terlihat dari begitu mudahnya produk-produk pertanian dari dalam negeri yang mengalir. Berbagai produk holtikultura asing masuk ke pasar dalam negeri secara leluasa seperti wortel, daun bawang, bawang merah, bawang putih, cabai, dan buah-buahan seperti apel, jeruk anggur, hingga beras, kedelai, jagung, dan gula," papar Prabowo.

Jika ini terus dibiarkan maka akan merugikan petani produsen dalam negeri yang memproduksi komoditas-komoditas tersebut.

"Secara prinsip, HKTI menolak setiap kebijakan dan upaya penyelesaian masalah pemenuhan pangan dengan penjadikan impor sebagai alternatif utama atau bahkan jadi satu-satunya obat mujarab," tegas Prabowo.

Kebijakan pemerintah membuka kran impor produk pertanian lewat pembebasan bea masuk 57 produk pangan dinilai HKTI merugikan petani lokal.

Pemerintah juga dinilainya tak serius meningkatkan pendidikan dan pelatihan petani lokal yang 80% merupakan tamatan SD saja.

Prabowo mewakili HKTI juga meminta pemerintah mengalokasikan 10% dana APBN untuk peningkatan produksi pangan dan pertanian.

(dnl/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads