Demikian dikutip dari dokumen rencana perdamaian yang diperoleh detikFinance di Jakarta, Jumat (18/2/2011).
Pendapatan usaha perseroan tercatat sebesar Rp 1,07 triliun yang ditopang oleh pendapatan penjualan tiket penumpang yang mencapai Rp 992 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Utama Mandala Airlines Nurhadijono Nurjadin mengakui terjadi kenaikan tajam biaya pembelian bahan bakar.
"Hal-hal yang menyebabkan ketidakmampuan perseroan untuk membayar utang yakni terjadi depresiasi mata yang rupiah sekitar 25% pada tahun 2008 terhadap mata uang dolar AS kemudian adanya kenaikan tajam biaya pembelian bahan bakar pada tahun 2008," ujar Nurhadijono dalam dokumen tersebut.
Seperti diketahui, Mandala telah menghentikan sementara penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011. Mandala Airlines juga telah mengumumkan rencana pengajuan permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) ke Pengadilan Niaga Jakarta Pusat.
Langkah ini diambil manajemen Mandala agar mereka dapat merestrukturisasi bisnis dan mengembalikan keuntungan maskapai tersebut.
(dru/dnl)











































