Ketua Tim Outlook Jangka Pendek dan Diseminasi Kebijakan Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Endy Dwi Tjahyono menyatakan bank sentral hanya bisa mengendalikan inflasi inti (core inflation) yang kontribusinya pada penghitungan inflasi sebesar 65 persen.
Dia menilai tidak tercapainya target inflasi biasanya terjadi karena liarnya harga-harga yang termasuk dalam volatile food. Potensi penambahan inflasi juga dapat terjadi jika ada beberapa rencana pemerintah untuk kurangi salah satu subsidinya yang dialokasikan untuk mengendalikan harga (administered priced) seperti pada BBM dan TDL.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endy menyarankan sebaiknya komponen yang termasuk dalam administered price dikurangi. Pasalnya, ketika pemerintah mencabut atau mengurangi subsidi terhadap komponen tersebut, inflasi akan liar. Menurut Endy, ketika komponen administered price diserahkan kepada harga pasar maka harganya akan lebih stabil.
"Ada total sekitar 770 barang, inti di luar itu. Semakin sedikit adminstrated price dan diserahkan kepada pasar maka akan semakin stabil, kurangi subsidi untuk administered price karena kalau sekalinya dicabut maka harga langsung semakin tinggi tapi kalau diserahkan kepada pasar masyarakat lebih bisa nerima dan tidak akan langsung melonjak," pungkasnya. (nia/dru)











































