Pemerintah Diminta Kurangi Komponen Administered Price Dalam Perhitungan Inflasi

Pemerintah Diminta Kurangi Komponen Administered Price Dalam Perhitungan Inflasi

- detikFinance
Minggu, 20 Feb 2011 10:45 WIB
Padalarang - Bank Indonesia (BI) meminta pemerintah untuk mengurangi komponen administrared price alias barang yang harganya dikendalikan pemerintah. Bank sentral mengungkapkan tingginya inflasi lebih didasari oleh meningkatnya komponen administered price seperti Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan volatile food (gejolak harga makanan). s barang yang harganya dikendalikan pemerintah.

Ketua Tim Outlook Jangka Pendek dan Diseminasi Kebijakan Direktorat Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Endy Dwi Tjahyono menyatakan bank sentral hanya bisa mengendalikan inflasi inti (core inflation) yang kontribusinya pada penghitungan inflasi sebesar 65 persen.

Dia menilai tidak tercapainya target inflasi biasanya terjadi karena liarnya harga-harga yang termasuk dalam volatile food. Potensi penambahan inflasi juga dapat terjadi jika ada beberapa rencana pemerintah untuk kurangi salah satu subsidinya yang dialokasikan untuk mengendalikan harga (administered priced) seperti pada BBM dan TDL.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Biasanya belum terlaksana, tapi dampaknya sudah terasa, sudah banyak pihak yang menaikkan harga. Ketika terlaksana, ada juga tambahan inflasinya, seperti BBM, pembatasan nanti memberikan tambahan sekitar 0,7 persen," ujarnya dalam Seminar Moneter dan Sistem Keuangan di Hotel Mason Pine, Padalarang, Bandung, Sabtu (19/2/2011).

Endy menyarankan sebaiknya komponen yang termasuk dalam administered price dikurangi. Pasalnya, ketika pemerintah mencabut atau mengurangi subsidi terhadap komponen tersebut, inflasi akan liar. Menurut Endy, ketika komponen administered price diserahkan kepada harga pasar maka harganya akan lebih stabil.

"Ada total sekitar 770 barang, inti di luar itu. Semakin sedikit adminstrated price dan diserahkan kepada pasar maka akan semakin stabil, kurangi subsidi untuk administered price karena kalau sekalinya dicabut maka harga langsung semakin tinggi tapi kalau diserahkan kepada pasar masyarakat lebih bisa nerima dan tidak akan langsung melonjak," pungkasnya. (nia/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads