Mandala Optimistis Seluruh Kreditur Terima Rencana Perdamaian

Mandala Optimistis Seluruh Kreditur Terima Rencana Perdamaian

- detikFinance
Minggu, 20 Feb 2011 18:50 WIB
Jakarta - PT Mandala Airlines optimistis seluruh kreditur dapat menerima rencana perdamaian yang diajukan oleh pihaknya. Manajemen Mandala mengklaim rencana perdamaian melalui konversi utang menjadi saham merupakan solusi yang paling baik.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama PT Mandala Airlines Nurhadijono Nurjadin ketika ditemui wartawan di kawasan Kemang, Jakarta, Minggu (20/2/2011).

"Rencana perdamaian ini merupakan opsi yang paling baik. Kreditur mendapatkan 15% persen saham Mandala," ujar Diono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Walapun sampai saat ini Diono belum mengetahui jumlah kreditur yang menerima dan menolak rencana perdamaian, namun dirinya meyakini seluruh kreditur dapat menerima rencana tersebut. Diono juga mengatakan tidak ada opsi dan solusi lain dalam penyelesaian pembayaran utang selain dengan mengkonversinya menjadi saham.

"Hanya itu solusinya dan kami yakin kreditur akan menerima solusi tersebut. Jika ada yang tidak terima maka akan kami sesuaikan kembali," tuturnya.

Lebih jauh Ia mengatakan, tidak adanya opsi lain karena pihak investor yang akan masuk lebih memilih solusi konversi saham. Namun Diono belum bisa mengungkapkan investor yang akan masuk untuk membenahi keuangan Mandala.

Kementerian Perhubungan menyampaikan sedikitnya terdapat tiga perusahaan berminat untuk membeli maskapai Mandala Airlines. Tiga calon investor tersebut adalah maskapai penerbangan asal Australia Jetstar, PT LCNC, Sinarmas Manunggal.

Menurut sumber detikFinance, investor yang mempunyai peluang besar adalah PT LCNC yang merupakan perusahaan yang  bidang penyewaan (lessor) pesawat. "Australias Jetstar sudah menyatakan untuk tidak masuk ke Mandala sejak minggu lalu. Investor yang mempunyai kans besar yakni PT LCNC," ujar sumber tersebut.

Dikatakannnya, PT LCNC telah menyiapkan dana lebih dari Rp 2,3 triliun untuk membantu keuangan Mandala dan merestrukturisasi utangnya.

Seperti diketahui, Mandala menghentikan sementara penerbangannya mulai Kamis, 13 Januari 2011 lalu. Kabar tutupnya Mandala Airlines ini memang cukup mengejutkan mengingat sebelumnya telah mengumumkan berbagai rencana yang cukup mengesankan. Utang Mandala sendiri mencapai lebih dari Rp 2,4 triliun.

Sesuai dengan Rencana Perdamaian yang diajukan Mandala, hutang kreditur akan dikonversikan menjadi sejumlah saham pada perusahaan baru yang telah direstrukturisasi. Hal ini akan memungkinkan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi dan para kreditur akan mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pembayaran atas hutang mereka dalam jumlah yang lebih besar setelah perusahaan beroperasi kembali dan memiliki kondisi keuangan yang menunjang.

Pengurus PKPU Mandala Airlines Duma Hutapea menunda proses pemungutan suara (voting) pada rapat kreditur Mandala yang berlangsung Jumat (18/2/2011) kemarin. Pengurus memutuskan untuk memberikan waktu tambahan bagi para kreditur untuk melakukan evaluasi dan analisa atas Rencana Perdamaian yang diajukan.

Penundaan ini juga memungkinkan para kreditur untuk memperoleh penjelasan lebih lanjut dari Mandala terkait rencana tersebut hingga pertemuan berikutnya yang dijadwalkan pada tanggal 24 Februari 2011.
(dru/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads