Sepanjang 2004, Persetujuan PMA US$ 2,3 Miliar
Selasa, 18 Mei 2004 17:19 WIB
Jakarta - Selama periode Januari-April 2004, pemerintah telah memberi persetujuan Penanaman Modal Asing (PMA) sebanyak 308 proyek senilai US$ 2,3 miliar. Angka ini lebih rendah dibanding persetujuan PMA pada periode yang sama tahun lalu yang terdiri dari 347 proyek senilai US$ 3,3 miliar.Dari jumlah tersebut, sebanyak 83 proyek senilai US$ 876,3 juta merupakan proyek persetujuan perluasan usaha PMA yang sudah ada. Bidang usaha yang diminati adalah perdagangan dan reparasi 109 proyek, jasa lainnya 53 proyek, industri logam, mesin dan elektronik 25 proyek serta hotel dan restoran 25 proyek.Jumlah investasi yang menonjol adalah industri logam, mesin dan elektronik sebesar US$ 683,3 juta, hotel dan restoran US$ 452,7 juta, tekstil US$ 314,9 juta dan konstruksi US$ 289,7 juta.Lokasi yang paling diminati untuk PMA adalah Jawa Barat dengan nilai US$ 667,2 juta untuk 48 proyek, DKI Jakarta US$ 442,4 juta (150 proyek), Jawa Tengah US$ 315 juta (1 proyek), Kepulauan Bangka Belitung US$ 234 juta (2 proyek) dan Bali US$ 191,4 juta (34 proyek).Negara asal yang paling menonjol investasinya adalah Jepang dengan nilai US$ 851 juta untuk 20 proyek, disusul Inggris US$ 672,1 juta (18 proyek), Korsel US$ 148 juta (61 proyek) dan Australia US$ 95,2 juta (9 proyek).Proyek PMA tersebut diproyeksikan bisa menyerap tenaga kerja Indonesia sebanyak 63.377 orang dan tenaga kerja asing 1.977 orang. Sebanyak 73 proyek, memiliki potensi ekspor sebesar US$ 4 miliar.
(ani/)











































