2005, Bisa Terjadi Ledakan Pengangguran 15 Juta Orang

2005, Bisa Terjadi Ledakan Pengangguran 15 Juta Orang

- detikFinance
Selasa, 18 Mei 2004 17:56 WIB
Jakarta - Pemerintahan baru diharapkan mengubah kebijakan ekonomi yang pro-stabilitas menjadi pro-pertumbuhan. Hal itu untuk menghindari ledakan pengangguran pada tahun 2005 yang diperkirakan bisa mencapai 13-15 juta orang.Demikian disampaikan ekonom Indef, Dradjat H. Wibowo, dalam keterangan persnya di kantor Infid, Jl. Mampang Prapatan XI, Jakarta Selatan, Selasa (18/5/2004)."Rezim ekonomi sekarang ini terlalu menekankan sisi stabilitas. Ini sudah berlebihan yang akhirnya menjadi kontraproduktif," kata Dradjat, yang juga dosen STIE Perbanas. Menurut Dradjat, pemerintahan baru nanti dituntut untuk berani mengubah pola kebijakan ekonominya yakni pro pertumbuhan dan ekspansif. Jika hal ini tidakdilakukan maka akan terjadi ledakan pengangguran hingga 13-15 juta orang pada tahun depan.Meski mengkritik kebijakan tim ekonomi pemerintahan Megawati saat ini, Dradjat masih melihat target pertumbuhan ekonomi 5,4 persen yang ditargetkanpemerintah pada tahun 2005 sebagai angka yang realistis."Kalau pertumbuhan 5-5,5 persen memang realistis sebab kita masih sulit untuk bisa di atas 6 persen. Tapi hal itu harus diimbangi dengan kebijakan ekonomi yang pro-pertumbuhan dan sedikit ekspansif agar sektor riil dan penciptaan lapangan kerja dapat dilakukan," ujar mantan komisaris BNI ini.Ketika disinggung apakah berarti defisit anggaran harus diperbesar pada tahun 2005 nanti, Dradjat menyatakan agar anggaran ekspansif tidak harus dengan memperbesar defisit."Tidak harus dengan memperbesar defisit. Kan bisa dilakukan relokasi anggaran. Tapi seperti apa, nanti saja saya sampaikan," kata Drajat sambil menyebutkan bahwa hal itu sudah ada dalam platform ekonomi capres Amien Rais yang akan segera disampaikan ke publik. (ani/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads