Dari angka tersebut Indonesia mendapatkan surplus US$ 1,4 miliar, naik 16,7 % dibanding tahun 2009 yang tercatat sebesar US$ 1,2 miliar, demikian Fungsi Ekonomi/Perdagangan KBRI Roma melalui surat elektronik yang diterima detikfinance, Selasa (22/2/2011).
Produk utama ekspor Indonesia ke Italia selama ini yang memberikan kontribusi cukup besar bagi penerimaan devisa Indonesia antara lain batubara, minyak sawit mentah (cpo), komponen elektronik/video recording, tekstil dan produk tekstil, alas kaki, furniture/kayu olahan, karet dan produk karet, kertas dan produk kertas serta kopi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan produk yang mengalami penurunan antara lain batubara (2%), paper & paperboard (28,1%), video recording (6,8%) dan kopi (16,%). Dilain pihak, ekspor Italia dengan dunia pada tahun 2010 juga mulai menunjukkan adanya peningkatan dari US$ 319,9 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2009 yang hanya mencapai US$ 290,3 miliar atau meningkat sebesar 9,3%.
Pada tahun 2010 mitra dagang utama ekspor Italia masih Jerman (13,1 %) diikuti Perancis (11,7%), Amerika Serikat (6,1%), Spanyol (5,8%), Inggris (5,5%), Cina (2,6%). Sedangkan ekspor Italia ke Indonesia menduduki peringkat ke 64 dengan pangsa pasar hanya 0,2%.
Perkembangan impor Italia dengan dunia pada tahun 2010 juga mengalami peningkatan dari US$ 344,9 miliar dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar 294,8 miliar atau meningkat 14,5 %.
Dengan demikian laju pertumbuhan impor Italia lebih cepat dibanding ekspor Italia dengan dunia. Adapun negara pemasok utama ke Italia dalam tahun 2010 antara lain Jerman (15,8%) diikuti Perancis (8,3%), Cina (7,5%), Belanda (5,3%) dan Spanyol (4,4%).
Indonesia merupakan negara pemasok ke 36 dengan pangsa pasar sebesar 0,6%, masih lebih tinggi dibanding Thailand yang menduduki peringkat ke 47 (0,4%).
(es/es)











































