Namun SBY mewanti-wanti agar tak disebut sebagai pembohong karena program-program murah tersebut adalah petunjuk saja, yang kemungkinan bisa mengalami perubahan.Setidaknya SBY menyebut dua kali kata 'kebohongan' pada acara penutupan rapat pematangan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Istana Bogor, Bogor, Selasa (22/2/2011),
"Oleh karena itu, ini planning guidance, petunjuk perencanaan untuk kita kembangkan, akan ada perubahan-perubahan. Kalau wartawan ada di sini, Jangan dibilang nanti kalau ada perubahan dianggap kebohongan publik," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan seri kebijakan dan program aksi untuk penurunan kemiskinan bukan hanya dipaparkannya pada hari ini di Istana Bogor. Namun pada 13 Februari 2011 lalu sudah dijelaskan dalam di sidang kabinet terbatas.
"Tujuannya ini planning guidance dari presiden untuk dikembangkan oleh para menteri yang nanti bersama para gubernur akan menjadi master plan seperti ini," katanya.
SBY juga menyampaikan soal rencana peningkatan produksi beras melalui kegiatan research and development (R&D), yang semuanya akan memerlukan dana tambahan. Namun SBY mewanti-wanti agar tak dikatakan berbohong karena lagi-lagi bisa saja ada perubahan.
"Tentu perlu anggaran tambahan sekian triliun per tahun, saya sudah punya angkanya, tapi saya khawatir kalau saya sampaikan sekarang nanti ada perubahan-perubahan lagi-lagi dianggap sebagai kebohongan, padahal ini rencana," katanya.
Keenam program 'serba murah' yang dijanjikan SBY usai acara rapat pematangan rencana induk percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi di Istana Bogor, Bogor, hari ini antara lain:
1. Program rumah sangat murah
2. Program kendaraan angkutan umum murah
3. Program air bersih
4. Program listrik murah dan hemat
5. Peningkatan kehidupan nelayan
6. Program peningkatan masyarakat pinggiran perkotaan (hen/dnl)











































