tekMIRA Kembangkan Limbah Batubara Jadi Lebih Ekonomis
Rabu, 19 Mei 2004 13:01 WIB
Jakarta -
Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (tekMIRA) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral akan mengembangkan teknologi pengolahan hasil limbah batubara (sludge) agar dapat menjadi batubara berkualitas bagus. Langkah tersebut diyakini dapat memberikan tambahan bagi negara. Apalagi Indonesia saat ini tercatat memiliki limbah batubara dengan volume yang besar.Demikian dikatakan Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan batubara (tekMIRA) M.Lobo Balia dalam rilisnya, Rabu (19/5/2004). ""Selama ini sludge batubara atau juga fine coal (batubara halus) sisa dari produksi yang terbuang dan tidak lagi dipakai karena bercampur lumpur. Dengan hanya mencuci batubara yang tercampur tanah di mesin Washing Plant, diharapkan diperoleh batubara dengan kualitas baik dengan nilai ekonomis yang lebih tinggi," kata Lobo.Dapat ISOSementara itu Lobo juga menambahkan, tekMIRA baru-baru ini memperoleh dua penghargan, ISO 9001:2001 untuk pengelolaan manajemen dan sertifikat ISO 17025 untuk berbagai laboratoriumnya. Menurut Kepala Balitbang, Wimpy S Tjetjep, ISO yang diperoleh tekMIRA ini adalah upaya dan komitmen balitbang menuju kemandirian sebagi institusi litbang dalam bidang kemineralan dan perbatubaraan Indonesia. Diharapkan ke depannya, tekMIRA dapat meningkatkan kinerja yang lebih baik dengan terobosan-terobosan baru. "Hal ini mutlak dilakukan agar dapat berkiprah di dalam era global sehingga selaras dengan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis baik di tingkat global maupun nasional. Jadi bisa disebutkan tekMIRA sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumberdaya mineral dan batubara," kata Wimpy.
(nit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































