Pemerintah Tetap Nilai Pertumbuhan 4,8 Persen Realistis

Pemerintah Tetap Nilai Pertumbuhan 4,8 Persen Realistis

- detikFinance
Rabu, 19 Mei 2004 15:27 WIB
Jakarta - Pemerintah menilai pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan 2004 seebsar 4,8 persen masih realistis dan masih bisa dicapai di tengah situasi perekonomian global yang tak menentu."Kita masih menganggap 4,8 persen itu realistis dan bisa dicapai. Kita tidak selalu harus reaktif dengan perkembangan jangka pendek. Siapa tahu perkembangannya membaik di jangka panjang," kata Menteri Keuangan Boediono di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (19/5/2004).Boediono mengakui dengan harga minyak yang terus meningkat bisa membuat defisit anggaran membengkak. Namun dengan penerimaan yang juga bertambah, diharapkan subsidinya masih berada di kisaran yang ditetapkan pemerintah sekitar 1,2 persen. "Kalau harganya tetap tinggi, defisitnya akan membengkak karena harga dalam negeri dipatok. Tapi di sisi lain penerimaan minyak juga meningkat," katanya.Sementara mengenai subsidi BBM yang pada 2003 sebesar Rp 2 triliun, Boediono mengatakan, dengan harga minyak yang tinggi bisa saja subsidinya membengkak. Namun angka ini masih harus dilihat dan disesuaikan lagi dengan harga minyak dari Juni sampai Desember. Sedangkan menyinggung soal perlambatan ekonomi Cina, Boediono mengakui hal itu akan mempengaruhi Indonesia. Pasalnya Cina saat ini cukup penting menjadi partner perdagangan RI. "Saya kira Cina cukup penting tapi bukan paling atas urutannya. Jadi kalaupun ada pengaruhnya, pasti terbatas," katanya. (nit/)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads