"Koridor dan KEK gak perlu diperdebatkan karena memang mendorong KAPET juga. Itu dilakukan untuk mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru," ujar Gubernur Papua Barnabas Suebu dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Jakarta, Rabu (23/2/2011) malam.
Barnabas menyatakan wilayah Membramo telah dipersiapkan untuk menjadi kawasan ekonomi perdagangan karena wilayahnya yang luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, lanjut Barnabas, sungai di wilayah tersebut memiliki potensi energi hingga 10.000 MW. Jika infrastruktur untuk pengembangan energi telah siap maka akan ada 600 pabrik yang kemudian bisa dikembangkan menjadi 1000 pabrik zero emission.
"Total dari seluruh pabrik zero emission, jadi kita bisa menjadi The First Zero Emission Economic Zone," ujarnya.
Nantinya, tambah Barnabas, akan dibangun kota baru yang memiliki pelabuhan laut dalam dengan kedalaman 21 meter, bandara internasional, sekolah internasional, rumah sakit internasional.
Barnabas menyebutkan untuk membangun kawasan tersebut dibutuhkan modal sekitar Rp 30 triliun. Namun, potensi yang bisa diterima negara bisa mencapai Rp 1000 triliun.
Menurutnya, pola investasi harus jelas. Pihaknya akan bicara dengan pemerintah pusat, sehingga kawasan tersebut akan tumbuh sebagai kawasan ekonomi khusus.
"Singapura ini binatang kecil tapi otaknya besar, Indonesia ini binatang besar tapi otaknya kecil. Jadi, kita harus berpikiran besar karena hanya dengan berpikiran besar, kita kembangkan kebesaran kita," tandasnya
(nia/ang)











































