Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pertamina Karen Agustiawan dalam rapat dengan Komisi VII DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (24/2/2011).
"Seharusnya, laba tahun berjalan (setelah pajak) di 2010 bisa tercapai hingga Rp 20 triliunan. Namun pihak kami masih mengalami kerugian yang salah satunya diakibatkan adanya penjualan tabung elpiji non subsidi serta akibat penjualan BBM subsidi," tutur Karen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Diharapkan pada 2011 nanti, jika disetujui adanya penambahan alpha, kerugian bisa tidak melebihi hingga Rp 2,3 triliun di 2011. Kami berharap di 2011 tak ada kerugian penjualan BBM subsidi," jelas Karen.
Sementara di 2011 Pertamina berusaha mendapatkan laba (laba tahun berjalan) sebesar Rp 17,7 triliun. Hal tersebut didapat dengan patokan ICP (Indonesian Crude Price/Harga Minyak Indonesia) US$ 80 per barel serta kurs nilai tukar rupiah sebesar Rp 9.000/US$.
"Laba tahun berjalan 2011 kita targetkan menjadi Rp 17,7 triliun dengan pendapatan usaha hingga Rp 465 triliun (RKAP 2011)," ujar Karen.
(nrs/dnl)











































