Laba AirAsia itu berarti meningkat hingga 8 kali lipat dibandingkan periode yang sama di 2009 yang sebesar 33,9 juta ringgit atau sekitar Rp 98,2 miliar. Untuk laba sepanjang 2010 menembus 1 miliar ringgit, didukung oleh lonjakan jumlah penumpang.
Pada kuartal kuartal IV-2010, pendapatan melonjak AirAsia melonjak hingga 33% menjadi 1,18 miliar ringgit, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 894 juta ringgit. Pendapatan per saham melonjak dari 1,50 sen menjadi 11,50 sen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
CEO AirAsia, Datuk Sri Tony Fernandes mengatakan, maskapai tersebut berada dalam posisi finansial terbaiknya dan menyediakan dana untuk ekspansi lanjutan dan pertumbuhan di 2011.
Seperti dikutip dari The Star, Jumat (25/2/2011), AirAsia akan tetap fokus menurunkan biaya, memperbaiki tingkat pengembalian dan memperluas jaringannya.
Fernandes mengatakan, untuk kuartal I dan II ini, basis permintaan penumpang di Malaysia, Thailand dan Indoneesia masih tetap positif. Namun pihaknya akan terus mencermati lonjakan harga minyak dan avtur akibat krisis di Timur Tengah.
"AirAsia akan terus memonitor pergerakan harga minyak dan pengenalan fuel surcharge tidak dapat didiskon jika harga terkini terus berlangsung atau naik lagi," ujar Fernandes. (qom/dnl)










































