Padalarang-Cicalengka, Bandung Jawa barat dengan nilai investasi US$ 174 juta. Perancis juga sedang melakukan kajian mengenai pengembangan proyek besar di Surabaya.
“Railway yang menyangkut investasi atau menyangkut pembangunan railway elektric Bandung sampai Cicalengka dengan nilai proyek lebih dari US$ 175 juta, itu Padalarang-Cicalengka dan kalau itu dibangun maka akan membantu mengatasi keruwetan kemacetan di daerah tersebut,” kata Hatta Rajasa usai Pertemuan
dengan Menteri Ekonomi, Keuangan, dan Industri Perancis Christine Lagarde di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (25/2/2011)
Menurut Hatta, pemerintah Perancis bakal menggunakan skema kerjasama Goverment to Government (G to G) untuk pengembangan proyek pembangunan rel
kereta listrik tersebut. Selain itu, pemerintah juga tertarik untuk melakuan investasi di bidang energi terbarukan berupa geothermal, clean energy, dan
perubahan iklim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
investasi di bidang pengolahan nikel melalui perusahaannya, Eramet. Perusahaan ini berencana membenamkan investasi hingga US$ 4-5 miliar.
Pemerintah dan pengusaha Perancis juga mengaku memiliki sejumlah proyek investasi yang masuk dalam pipeline mereka. Proyek tersebut diantaranya
bergerak di sektor kelistrikan dan satelit non komersial.
Menanggapi rencana investasi proyek-proyek yang masuk dalam pipeline tersebut, Hatta mengaku akan melakukan pengkajian untuk memberikan perlakukan khusus, serta membuat skema yang bisa mendukung investasi tersebut.
“Untuk itu maka dilakukan satu special treatment dan nanti akan duduk bersama untuk membuat skema pembiayaanya seperti apa, Bappenas akan mengolah
ini,” ujarnya.
Selain itu, ia juga optimistis pemerintah Perancis dan pengusahanya bakal ikut berkontribusi dalam pengembangan koridor ekonomi Indonesia (KEI)
dengan nilai investasi mencapai US$ 10 miliar.
"Saya optimis sekali, tidak kurang dari US$ 10 miliar untuk koridor saja," katanya.
Indonesia bersama Perancis juga sepakat meningkatkan volume perdagangan, yang saat ini masih relatif kecil, yaitu sekitar US$ 2,5 miliar.
“Bu Mari (Menteri Perdagangan) sudah mempersiapkan untuk meningkatkan volume perdagangan tersebut,” pungkasnya.
(nia/hen)










































