2005, Pemerintah Tetap Targetkan Pertumbuhan 5,4 Persen
Jumat, 21 Mei 2004 10:11 WIB
Jakarta -
Menteri Keuangan Boediono mengungkapkan pemerintah akan menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,4 persen pada 2005 meskipun sejumlah lembaga polling internasional memprediksikan Indonesia hanya mampu tumbuh 4,9 persen. Angka yang dipatok pemerintah itu digunakan sebagai motivasi untuk mendorong perekonomian nasional agar dapat menciptakan lapangan kerja baru."Sampai sekarang pertumbuhan masih sebesar itu (5,4 persen) pada 2005. Itu sebagai upaya untuk mendorong ekonomi kita dalam menciptakan lapangan kerja. Jadi tentunya itu bisa berfungsi sebagai motivasi," kata Boediono di Gedung Depkeu, Jakarta, Jumat (21/5/2004).Boediono sendiri melihat angka 5,4 persen merupakan hasil pembahasan antara pemerintah dan Panitia Anggaran DPR. Namun pemerintahan baru masih bisa melakukan revisi atas angka tersebut dengan melihat segala sesuatu yang terjadi pada saat itu. Dia menambahkan, hasil polling lembaga internasional tersebut belum tentu hasilnya benar. "Kita harus melihat juga ke belakang kalau polling dari lembaga-lembaga riset bisa saja salah," tukasnya.Lonjakan Harga MinyakSementara menanggapi lonjakan harga minyak dunia yang mencapai US$ 41 per barel, Boediono mengakui hal itu akan mempengaruhi besaran subsidi BBM. Meski demikian pemerintah masih tetap berpegang pada angka defisit 1,2 persen karena dipastikan pemerintah akan memperoleh tambahan penerimaan (windfall profit) dari lonjakan harga minyak itu. "Kalau defisit kita akan lihat dulu karena kita juga akan menerima windfall profit dalam dolar AS," kata Boediono.Ketika ditanya kemungkinan pemerintah akan merevisi asumsi harga minyak pada APBN 2004 dari US$ 22 per barel menjadi US$ 29-US$ 30 per barel, dia belum bisa memastikan. "Nanti akan kita lihat. Pada waktunya akan kita bahas. Kita kan belum tahu apakah harga minyak akan naik terus atau turun. Sekarang kan masih bulan Mei," katanya.
(nit/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
