Agus Marto Pede Ekonomi RI Tumbuh 6,6% Kuartal I-2011

Agus Marto Pede Ekonomi RI Tumbuh 6,6% Kuartal I-2011

- detikFinance
Sabtu, 26 Feb 2011 13:05 WIB
Jakarta - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi menyentuh 6,4-6,6% pada kuartal I-2011. Ini ditopang oleh penerimaan negara yang kuat serta penanaman modal asing yang terjaga.

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam acara closing dinner dalam rangka penutupan Investor Summit bersama pimpinan media, di Rumah Imam Bonjol, Jakarta, Jumat (25/2/2011).

"Indonesia 2010 cukup bagus dengan pertumbuhan 6,1%. Pada triwulan IV saja 6,9%. Dan pada triwulan I bisa mencapai 6,4-6,6%," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kepercayaan diri ini harus diimbangi dengan kewaspadaan inflasi dunia yang bergolak. Pasalnya tren kenaikan harga minyak dunia terus saja terjadi, akibat kisruh yang terjadi di Libya, dan Mesir beberapa waktu lalu.

"Yang kita perlu waspadai inflasi, karena harga energi terus bergerak karena kesuruhan Mesir, Libya," paparnya.

Keadaan ini diperparah dari hasil penelitian, bahwa produksi minyak dunia ternyata tidak berjalan linier dengan permintaannya. Di mana suplai jauh lebih kecil dari permintaan yang ada.

Selain inflasi akibat harga minyak dunia, Agus juga menyoroti akan merosotnya produksi pangan dunia karena cuaca yang tak menentu. "Yang lebih membahayakan pangan. Bukan hanya iklim, seperti terjadi di Australia dan Rusia. Tapi lebih buruk spekulator," ucap Agus.

Di tengah ketidakpastian produksi pangan dan harga minyak dunia, Indonesia diuntungkan atas kuatnya ekonomi domestik. Di mana rasio defisit anggaran tidak lebih dari 2% dalam 8 tahun terakhir. Rasio utang terhadap PDB juga tinggal 26%, dari waktu lampau yang mencapai 88%.

"Rasio kita baik, kredit, NPL rendah. Pasar modal 46%, tumbuhnya baik sekali. Tertinggi se-Asia Pasific," imbuhnya.

Kelemahan dalam negeri Indonesia, dan itu juga jujur diakui Agus adalah penyediaan infrastruktur yang belum memadai.

"Kita sangat perhatikan infrastruktur akan diperbaiki. PP banyak yang belum diselesaikan, kalau kita lihat umum (moneter dan fiskal)," pungkas Agus.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads