Bakauheni, Lampung terganggu.Bahkan barang-barang elektronik dan produk-produk plastik yang akan dipasarkan di Sumatera juga diperkirakan akan mengalami kenaikan.
Hal ini diungkapkan oleh Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Djimanto kepada detikFinance Minggu (27/2/2011).
"Produk-produk pabrik pasti naik karena pengiriman dari Jawa ke Sumatera terganggu," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
agar masalah seperti ini dapat diatasi dengan jalur hukum yang jelas.
Jika sudah dibuat UU yang jelas, perencanaan pelayaran dapat dijamin pula oleh UU. Selain itu, kurangnya komunikasi antara pemerintah dan operator pelabuhan juga menjadi penyebab keterhambatan pengiriman barang dari Jawa ke Sumatera.
"Pemerintah harusnya mengatur, tapi kan operatornya swasta. Kalau mau disalahkan, ya salah dua-duanya," paparnya.
Menurut Djimanto seharusnya diadakan solusi untuk menangani masalah ini. Untuk jangka pendek, seharusnya ditambahkan armada kapal untuk membantu pengangkutan kapal dari Jawa ke Sumatera.
Selain itu, pemerintah melalui Angkatan Lautnya pun harus turun tangan memberikan bantuan kapalnya sementara. Bahkan kata dia, rencana pembangunan jembatan Jawa-Sumatera (Jembatan Selat Sunda) pun harus segera dirampungkan agar ke depannya tidak ada lagi masalah seperti ini.
"Sambil menunggu jembatan Jawa-Sumatera, armada kapal perlu ditambah kalau perlu diperbantukan dari Angakatan Laut," katanya.
Seperti diketahui telah terjadi antrian truk-truk pengangkut barang di Pelabuhan Merak, setidaknya sudah memasuki pekan kedua. Penyebabnya banyak kapal roll off (ro-ro) yang dioperasi PT ASDP Indonesia Ferry mengalami masalah.
(hen/hen)











































