G7 Ingin OPEC Tingkatkan Produksi Minyak
Minggu, 23 Mei 2004 16:00 WIB
Jakarta -
Tujuh kekuatan ekonomi dunia yang tergabung dalam G7 mengharapkan negara produsen minyak agar meningkatkan produksi minyak mereka. Tujuannya agar harga minyak dunia bisa turun.Pertemuan pejabat keuangn G7 di New York merasa cemas atas harga minyak dunia yang awal bulan ini mencatat rekor US$ 40 per barel. Harga minyak yang kelewat tinggi itu dikhawatirkan bisa memukul dunia bisnis bahkan meningkatkan inflasi. "Pernyataan (G7) akan meminta Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) agar meningkatkan produksi minyak mereka dan akan berisi apresiasi terhadap posisi Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyaknya," ungkap sumber G7 dikutip Reuters, Minggu (23/5/2004). Negara-negara anggota OPEC termasuk Indonesia baru saja bertemu di Amsterdam. Mereka menangguhkan keputusan untuk meningkatkan produksi minyak sampai pertemuan lanjutan di Beirut pada 3 Juni. Arab Saudi sudah mendorong OPEC agar meningkatkan produksi minyak hingga 2,5 juta barel sehari. "Yang saya pikirkan adalah OPEC bisa meningkatkan produksi minyak 2,3 sampai 2,5 juta barrel per hari dan ini akan meningkatkan kredibilitas kita," kata Menteri Perminyakan Arab Saudi, Ali Al Naimi. G7 menginginkan agar OPEC menghormati komitmen jangka panjang untuk menstabilkan harga minyak antara US$ 22 sampai US$ 28 per barel. Anggota G7, AS, Inggris, Jerman dan Kanada menyampaikan dukungannya pada sikap Arab Saudi yang akan meningkatkan produksi minyak. Jepang juga menunjukkan perhatian yang sama terhadap meningkatnya harga minyak dunia. Dua anggota G7 lainnya adalah Prancis dan Italia.Hingga kini, pernyataan resmi G7 belum disampaikan. Kelompok ini memiliki keyakinan untuk tidak membuat permintaan tertentu atau menyusun ultimatum.
(tis/)










































