"Saya hitung setiap hari, saya milhat hitungan kerugian di atas kertas Rp 5-10 miliar per hari," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi kepada detikFinance, Selasa (1/3/2011)
Sofjan menjelaskan kerugian itu mencakup kerugian membengkaknya biaya operasional untuk sopir, bahan bakar minyak (BBM), kerugian waktu sehingga pengiriman barang tertunda dan lain-lain.Sementara dari sisi kerugian barang-barang yang diangkut seperti produk yang mudah rusak seperti sayur mayur, produk cepat busuk lainnya juga harus ditanggung pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai pengusaha Sofjan mengaku tak ada penyelesaian terhadap masalah yang selalu berulang tersebut. Selama ini pihak operator selalu beralasan terganggunya transportasi di Merak karena ombak tinggi, perbaikan kapal dan lain-lain.
Ia berharap agar pihak PT ASDP Indonesia Ferry sebagai operator melakukan perbaikan dengan melakukan investasi kapal-kapal baru. Bahkan ia sangat berharap ada persaingan ditrayek yang dikelola ASDP dengan cara mengundang pelaku swasta.
"Jadi harus diberi kesempatan ke swasta buat persaingan, trayeknya harus ditender agar swasta bisa masuk," katanya. (hen/dnl)











































