Menteri Perhubungan Freddy Numberi mengatakan, saat ini kemacetan di Merak sudah mulai terurai dengan penambahan feri tersebut.
"Sekarang tertahan karena cuaca jelek. Dari kemarin kan sudah kita dorong dengan tambahan kapal-kapal untuk bantu. Sekarang sudah ada 23 kapal, tadinya cuma 16 kapal," jelas Freddy ketika ditemui di kantopr Menko Kesra, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang juga oleh ASDP dibangun 2 kapal baru dan peremajaan kapal. Memperpanjang dermaga dan bangun break water. Karena sekarang kalau cuaca jelek, kapal tak bisa bergerak," tutur Freddy.
Jika cuaca sudah bagus, pemerintah berjanji akan menambah kapal feri lagi. "Sekarang cuacanya lagi jelek," tukas Freddy.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mencatat kerugian para pengusaha dari terhambatnya angkutan di Merak per harinya mencapai Rp 5-10 miliar. Terhambatnya arus dari Merak ke Bakauheni setidaknya sudah memasuki pekan kedua.
Kerugian itu mencakup kerugian membengkaknya biaya operasional untuk sopir, bahan bakar minyak (BBM), kerugian waktu sehingga pengiriman barang tertunda dan lain-lain.
Sementara dari sisi kerugian barang-barang yang diangkut seperti produk yang mudah rusak seperti sayur mayur, produk cepat busuk lainnya juga harus ditanggung pengusaha.
(dnl/qom)











































