Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menyatakan kemacetan di Pelabuhan Merak akan berdampak terhadap inflasi jika barang yang diangkut truk-truk merupakan barang kebutuhan sehari-hari.
"Apa dulu yang dibawa truk itu, kalau bawa biasa, itu pengaruhnya kecil, dan butuh waktu lama untuk menghitungnya, kalau sehari-hari, tentu akan teriak juga," ujarnya saat ditemui di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta, Selasa (1/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sampai sekarang, belum lihat dampak dari itu, kalau berlarut-larut akan menganggu pembentukan harga baik di Jawa atau Sumatera. Kalau terjadi distorsi di sana, dua-duanya terganggu, Sumatera kan umumnya barang-barang konsumsi, seperti batubara, buah-buahan," ujarnya.
Rusman menilai kemacetan tersebut akan memberikan dampak inflasi karena kurangnya supplai. Selain itu, barang-barang yang terbengkalai menjadi terbuang percuma.
"Itu kan buat suplai menjadi berkurang, barang menjadi sia-sia," tegasnya.
Oleh karena potensi tersebut, Rusman mengharapkan pemerintah dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga dampaknya tidak akan melebar.
"Sekarang ada upaya tidak sih? Kalau mau mengurai, tapi sementara belum ada pengaruh terhadap inflasi," pungkasnya.
(nia/dnl)










































