"Rute Merak-Bakauheni yang memerlukan penanganan yang seksama. Meskipun saya mengikuti setiap hari apa yang dilakukan oleh jajaran pemerintah, termasuk situasi dan latar belakang dari terjadinya permasalahan itu, tetapi saya ingin segera dituntaskan dan saya ingin mendapatkan laporan kemajuan dari upaya penyelesaian masalah itu," kata SBY sebelum rapat terbatas di kantor presiden, Selasa (1/3/2011)
Ditempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan agar masalah Merak tidak terulang. Pemerintah sudah melakukan penambahan sebanyak 24 kapal sebagai solusi darurat. Sementara untuk jangka menengahnya adalah melakukan peremajaan kapal dan memperbesar ukurannya agar tak terpengaruh ombak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi Kapal-kapalnya itu banyak yang tua sehingga dalam jangka pendek yang harus dilakukan adalah meningkatkan jumlah kapal sehingga kalau ada terjadi gangguan ombak kapal mencukupi, dan kalau menambah kapal itu dermaganya harus dipikirkan," jelas Hatta.
Dikatakannya dengan penambahan 24 sejak kemarin, maka hari ini antrean angkutan truk sudah terurai di Merak.
"Saya kira tadi malam saya dapat laporan jam 12 itu sudah tidak ada di jalan tol lagi, sudah masuk semua ke daerah ASDP dan saya kira hari ini sudah lancar semua tidak ada lagi antrean," katanya.
Hatta juga mengatakan selain peremajaan kapal perlu ada peningkatan manajemen pelabuhan Merak. Selama ini kata dia, pihak ASDP bekerja secara borongan yaitu sebagai operator, sebagai manajemen dan sebagai regulator.
"Jangka panjangnya mau tidak mau kita bangun jembatan di situ," katanya.
Kalangan pengusaha melalui Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi merasa geram dengan upaya pemerintah menangani penumpukan di Merak. Bahkan kata dia rapat kabinet terbatas sore ini sebagai cerminan ketidak berdayaan pemerintah untuk memecahkan masalah.
"Masalah di Merak itu harus ada investasi (kapal), kalau cuma rapat-rapat tak ada gunaya," tegas Sofjan.
(hen/dnl)










































