Harga Pangan Menggila, Kepercayaan Konsumen Rontok

Harga Pangan Menggila, Kepercayaan Konsumen Rontok

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 01 Mar 2011 17:36 WIB
Jakarta -

Kenaikan harga pangan yang tidak terkendali membuat masyarakat resah. Hal ini tercermin pada Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK) yang melemah ke level terendahnya sejak bulan Januari 2009 lalu.

Seperti dikutip dari siaran pers Danareksa Research Institute, Selasa (1/3/2011), pada survei bulan Februari 2011, IKK turun 3,0% menjadi 79,8 setelah mengalami penurunan sebesar 2,3% pada bulan Januari.

"Secara keseluruhan, sekitar 77,6% konsumen yang disurvei pada bulan Februari merasa khawatir terhadap harga pangan yang meningkat, atau naik dari 74,9% pada bulan Januari," kata Purbaya Yudhi Sadewa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua komponen utama yang membentuk IKK menurun pada bulan Februari. Komponen yang menunjukkan keadaan saat ini, Indeks Situasi Sekarang (ISS), turun sebesar 2,4% menjadi 61,0 karena konsumen memberikan penilaian yang lebih buruk terhadap keadaan ekonomi.

Sementara itu, komponen IKK lainnya yang menunjukkan keadaan masa depan, Indeks Ekspektasi (IE), turun sebesar 3,2% menjadi 94,0. Penurunan IE ini menunjukkan optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang semakin berkurang.

Kepercayaan konsumen melemah di lima daerah dari enam daerah yang disurvei. Kepercayaan konsumen paling melemah di Jakarta yang IKK-nya turun sebesar 7,1% menjadi 91,5.

Selanjutnya, kepercayaan konsumen juga melemah di Sumatera Utara (turun 6,1% menjadi 67,5), Jawa Barat (turun 4,7% menjadi 84,1), Sulawesi Selatan (turun 3,4% menjadi 85,9), dan Jawa Tengah (turun 1,1% menjadi 86,5). Sementara itu, kepercayaan konsumen di Jawa Timur menguat dengan IKK-nya naik sebesar 5,2% menjadi 67,4.

"Dengan berkurangnya optimisme masyarakat terhadap prospek ekonomi dalam enam bulan mendatang, rencana konsumen untuk membeli barang-barang tahan lama menurun pada bulan Februari," katanya.

Berdasarkan hasil survei terakhir, konsumen yang berencana untuk membeli barang-barang tahan lama dalam 6 bulan mendatang turun dari 25,1% pada bulan Januari menjadi 24,1% pada bulan Februari.

"Dengan demikian, tampaknya konsumen semakin berhati-hati dan semakin cermat dalam membeli barang agar bisa menyisihkan uang untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan kenaikan harga di masa mendatang," ujarnya.

Pada survei bulan Februari, konsumen secara keseluruhan merasa yakin bahwa tekanan inflasi akan meningkat dalam enam bulan mendatang. Menurut hasil survei, konsumen yang merasa yakin bahwa harga barang akan meningkat dalam enam bulan ke depan naik dari 89,8% menjadi 90,4% pada bulan Februari.

Karena itu secara keseluruhan, indeks yang mengukur sentimen konsumen terhadap inflasi naik sebesar 0,5% menjadi 188,3 pada bulan Februari.

(ang/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads