Sebanyak 28 kapal ferry akan diperbantukan sementara waktu di Pelabuhan Merak, Banten sebagai solusi menumpuknya antrean truk di kawasan itu. Kapal-kapal itu diperoleh dari lokasi-lokasi penyeberangan lainnya di Indonesia seperti dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Ada penambahan kapal nanti. Mudah-mudahan sekitar 27 atau 28. Dari angkatan laut ada 4, kemudian dari beberapa perusahaan yang operasi seperti dari NTT kan kita tarik semua. Karena memang kita lihat volume perdagangan antara Sumatera-Jawa kan paling besar sekarang ini,"kata Menteri Perhubungan Freddy Numberi di Istana Negara, Selasa (1/3/2011)
Freddy juga memastikan langkah pengalihan kapal dari beberapa lokasi penyeberangan di Indonesia ke Pelabuha Merak tidak akan mengganggu lalu lintas penyeberangan di wilayah tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, penggunaan kapal-kapal bantuan akan berlangsung sampai pengadaan kapal baru datang, yang saat ini masih dalam proses. Sekarang ini kata dia ada tambahan dua kapal lagi.
"Jadi mudah-mudahan dari ASDP dengan kita ada penambahan kapal lagi, mudah-mudahan bisa membantu di samping yang dari instansi lain membantu. Para operator juga saya harapkan mereka harus bisa ada penambahan kapal bekerjasama lain dari pihak swasta, asing, atau apa pun yang bisa," serunya.
Dikatakannya, pengadaan kapal baru itu akan memiliki kapasitas 5000 gross ton (GT) sehingga lebih tangguh dalam menghadapi gelombang tinggi. Saat ini kapal-kapal yang dioperasikan hanya 2000 GT.
Jenis kapal yang digunakan sekarang ini jika ada ombak tinggi sampai 3 meter tak bisa berlayar sehingga menyebabkan penundaan penyerbangan Bakauheni-Merak dan sebaliknya.
"Pengadaan sedang proses," pungkas Freddy. (hen/ang)










































