PLN Hemat Rp 300 Juta per Hari dari PDKB
Senin, 24 Mei 2004 14:06 WIB
Jakarta - PT PLN diperkirakan mampu menghemat Rp 200-300 juta per hari dari penerapan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) yaitu pekerjaan pemeliharaan pada komponen peralatan listrik dalam kondisi tidak mati. Hal ini disampaikan direktur transmisi dan distribusi PLN Herman Darnel Ibrahim di Pusat Pembangkitan dan Pemeliharaan Beban di Gandul, Cinere, Jakarta, Senin (24/5/2004)."Dengan penerapan sistem tersebut setidaknya kita dapat melakukan efisiensi disamping juga menjaga keamanan pasokan. Yang harus diingat jika perbaikan dilakukan dalam keadaan padam, maka mau tidak mau PLN harus mencari ganti dari pembangkit lainnya agar keamanan pasokan pelanggan tidak terganggu," ujar Herman.Ditambahkan, PLN mengadopsi sistem tersebut dari Thailand tersebut sejak tahun 1988. Namun saat itu PLN hanya menerapkannya untuk jaringan tegangan menengah (20 ribu volt) dan tegangan rendah (220 volt). Sedangkan saat ini PLN tengah mempersiapkan untuk menggunkan PDKB pada jaringan saluran udara tegangan tinggi 150 ribu volt dan saluran udara tegangan ekstra tinggi 500 ribu volt. Untuk tahap awal, PDKB akan diterapkan untuk wilayah Jawa terlebih dahulu dan selanjutnya disusul seluruh wilayah di luar Jawa. "Jadi seluruh Jawa baru akan siap diterapkan PDKB Oktober, dan setelah itu luar Jawa," ungkapnya.Seperti diketahui untuk sistem Jawa Bali, kebutuhah listrik pada beban puncak mencapai 13.682 mega watt. Kebutuhan konsumen dilayani melalui fasilitas Sutet yang merupakan tulang punggung sistem kelistrikan di Jawa-Bali. Diharapkan dengan diimplementasikan PDKB, maka keandalan pasokan bagi konsumen dapat dipelihara.
(qom/)











































