Baihaki Hakim:
Tanker VLCC Untungkan Pertamina
Senin, 24 Mei 2004 17:21 WIB
Jakarta - Mantan Dirut Pertamina Baihaki Hakim bersikukuh kepemilikan tanker oleh Pertamina sangat menguntungkan secara ekonomis. Keuntungan ini bisa dilihat dari harga pemesanan yang miring yang diperoleh Pertamina, sementara harga sewa tanker saat ini telah meningkat luar biasa. Selain itu keuntungan tersebut juga dilihat dari harga pembuatan tanker yang melonjak tinggi pada saat ini."Jadi pendapat saya tetap seperti dulu, rencana pembelian tanker sangat menguntungkan Pertamina. Apalagi waktu membeli, galangan kapal sedang sepi sehingga kita bisa mendapatkan kapal dengan harga miring," kata Baihaki saat diminta keterangannya mengenai rencana penjualan tanker oleh Komisi VIII DPR RI, Senin (24/5/2004).Pemesanan dua kapal tanker Pertamina yakni Very Large Crude Carrier (VLCC) yang dirakit oleh Hyundai Hevy Industries dilakukan ketika Baihaki menjadi Dirut. Alasan Baihaki saat ini adalah untuk memperkuat armada kapal milik Pertamina sehingga pasokan BBM untuk dalam negeri bisa lebih aman. Pertamina, kata Baihaki saat itu juga tidak dapat lagi dimainkan oleh pemain pasar. "Tapi saya tidak memiliki kompetensi untuk mengatakan itu rugi. Kita harus lihat bagaimana hasil penjualan dan tendernya. Tapi pasti direksi sekarang punya hitung-hitungan sendiri. Sementara rencana awal saya dulu memiliki tanker lebih ke long term investment yang bisa dihemat. Apalagi setelah selesai 8 tahun, maka tanker itu menjadi milik Pertamina secara penuh. Jadi saya melihat ini sangat menguntungkan," paparnya.Baihaki menjelaskan, harga sewa tanker saat ini meningkat tajam. Misalnya saja pada 2 minggu lalu harga sewa mencapai US$ 75 ribu sampai US$ 90 ribu per hari. Sementara sewa jangka panjang juga terjadi lonjakan yakni US$ 45 ribu per hari.Sementara Dirut Pertamina Ariffi Nawawi mengatakan, penjualan tanker dilakukan semata-mata karena alasan ekonomis. Pertamina menilai biaya perawatan tanker akan jauh lebih mahal ketimbang menyewa. Alasannya, jika Pertamina jadi menjual tankernya, direksi berencana untuk menyewa tanker dalam pengiriman minyaknya. "Jadi saya kira siapapun direksi saat ini akan mengambil keputusan itu. Mungkin saat direksi dulu keputusan kepemilikan benar. Tapi sekarang situasinya sudah beda karena sekarang bentuknya sudah perseroan dan tujuannya profit oriented," ujarnya.Menurut Ariffi, rencana penjualan tanker tersebut sudah disetujui oleh komisaris. "Jadi sudah sangat matang dari sisi perusahaan," demikian Ariffi.
(qom/)











































