BI Awasi Ketat Pergerakan Rupiah Saat Masa Kampanye Pilpres
Selasa, 25 Mei 2004 03:02 WIB
Jakarta -
Bank Indonesia berjanji akan mengawasi secara ketat pergerakan rupiah saat masa kampanye pemilihan presiden mendatang. Tujuannya adalah agar masa kampanye pemilihan presiden tidak dimanfaatkan oleh bank atau perusahaan tertentu untuk mencari keuntungan.Karenanya BI berharap bisa terjalin kerja sama yang baik antara otoritas moneter dengan perbankan nasional dan kalangan dunia usaha. Selain itu BI juga menyempurnakan kebijakan net open position (NOP)."Kita sanget serius, ini kan mau pemilihan presiden. Kalau tidak salah kan minggu depan kampanye. Kita serius agak tak terjadi hal-hal yang tidak. Ini (pengawasan) tidak hanya pada bank tapi juga corporat," tegas Deputi Senior BI Anwar Nasution di sela-sela fit and proper test calon Ketua BPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (24/5/2004).Semua pihak, lanjut Anwar, juga diharapkan tidak panik dan tetap tenang menghadapi situasi politik dengan tidak ikut-ikutan bermain menjadi spekulan. Sehingga membuat rupiah melemah. "Cadangan devisa kita kan cukup. Sekarang tidak ada alasan kita akan krisis. Indikator ekonomi juga bagus. Perbankan kita segar bugar. Kurs juga. Jadi apa yang kita takutkan? Yang kita takutkan itu kalau tauke-tauke sudah mulai memindahkan uangnya," katanya.Mengenai penyempurnaan kebijakan NOP, Anwar menyatakan belum bisa dipastikan kapan akan diberlakukan. "Yang pasti saat ini penyempurnaan tersebut sudah tahap peninjauan," katanya seraya menegaskan penyempurnaan NOP itu bukan karena adanya gejolak nilai tukar pada 10 Mei lalu.
(gtp/)










































