Pertamina Berambisi Jadi Produsen Pelumas Kelas Dunia

Pertamina Berambisi Jadi Produsen Pelumas Kelas Dunia

- detikFinance
Kamis, 03 Mar 2011 16:41 WIB
Jakarta - PT Pertamina (persero) berharap bisa masuk ke jajaran produsen pelumas di dunia. Tahun ini perusahaan migas plat merah ini menargetkan menjual 546 ribu kiloliter (KL) pelumas di 10 negara.

Demikian disampaikan oleh Manajer Development Pelumas Pertamina Adria Nusa ketika ditemui di kantor pusat Pertamina, Jakarta (3/3/2011).

"Pada tahun 2011 pihak Pertamina akan terus mengembangkan pangsa ekspor bisnis pelumas di mancanegara di mana kita akan berusaha untuk lebih ekspansif dengan target penjualan di 2011 sebesar 546 ribu KL," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adria menjelaskan, target penjualan pelumas di 2011 yang sebesar 546 ribu KL tersebut mengalami kenaikan sebanyak 88 ribu KL dari prognosa sebesar 458 ribu KL di 2010.

"Dengan demikian, Pertamina sudah semakin dekat untuk menjadi produsen pelumas kelas dunia," kata Adria.

Dijelaskannya terdapat tiga kelompok produsen pelumas kelas jika mengacu pada peta penjualan pelumas dunia yakni, major player, second major player, serta medium player.

"Penjualan major player berkisar antara 3-6 juta KL/tahun, sedangkan untuk second major player penjualannya berkisar antara 1-3 juta KL/tahun, dan medium player memiliki penjualan berkisar 600 ribu – 1 juta KL/tahun," jelasnya.

"Maka itu dengan target penjualan pelumas kita tahun ini sebanyak 546 ribu KL, maka sudah semakin dekat untuk masuk menjadi produsen pelumas kelas dunia (mendekati medium player)," tambah Adria.

Adria menyampaikan strategi Pertamina untuk masuk ke pasar pelumas luar negeri adalah teruma dengan mengandalkan produk yang bernama Fastron.

"Sudah tiga tahun ini Pertamina melakukan pemasaran pelumas ke luar negeri, dimulai dari Pakistan dan Uni Emirat Arab dengan merek Zipex. Saat ini pelumas keluaran Pertamina sudah dipasarkan di 10 negara yang di antaranya mencakup Belgia, Pakistan, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Myanmar, Singapur, Taiwan, Phillipina, Timor Leste, dan Australia," tutur Adria.

(nrs/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads