Rupiah Terus Melemah, Peritel Segera Naikkan Harga Barang

Rupiah Terus Melemah, Peritel Segera Naikkan Harga Barang

- detikFinance
Selasa, 25 Mei 2004 12:56 WIB
Jakarta - Pengusaha ritel saat ini bersiap-siap untuk menaikkan harga barang-barang yang mengandung unsur impor akibat melemahnya Rupiah. Keputusan naik atau tidaknya harga barang-barang itu akan ditetapkan 2 minggu lagi."Kita akan lihat apakah dalam dua minggu ini ada perkembangan lagi. Kalau belum membaik (Rupiah), kita akan meninjau harga," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Handaka Santosa disela-sela seminar di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (25/5/2004).Menurut Handaka pengusaha ritel masih menunggu dua minggu lagi untuk meninjau harga karena tidak ingin tergesa-gesa mengingat sangat repot jika tiba-tiba dalam dua minggu ke depan Rupiah kembali menguat. "Kita tidak akan menaikkan harga sampai menunggu apakah perkembangan penguatan dolar ini bersifat sementara atau permanen. Saya sih berharap Rupiah akan membaik lagi," kata Handaka.Mengenai prosentase kenaikan harga, Handaka mengatakan hal itu tergantung jenis barangnya. "Kalau barang yang murni 100 persen impor akan mengikuti 100 persen perkembangan mata uang dolar. Tapi kalau barang-barang yang murni lokal tidak akan naik," ungkapnya.Disisi pengusaha, lanjut Handaka, sangat menginginkan Rupiah bisa stabil di kisaran Rp 8000 hingga Rp 9000 per dolar AS. "Kalau sekarang Rupiah diatas Rp 9000, mau tidak mau kita harus meninjau harga," tegasnya.Dijelaskan, kemungkinan besar harga-harga yang akan ditinjau adalah harga barang yang mengandung unsur impor seperti misalnya susu, daging dll. Sementara untuk barang lokal tidak akan dilakukan peninjauan harga. Mengenai pelaksanaan pemilihan presiden, Handaka mengatakan hal tersebut justru direspon secara positif oleh pengusaha karena saat ini sudah ditetapkan 5 pasangan capres-cawapres. "Kami dari pengusaha justru melihat positif. Kita tidak khawatir, kalau dua minggu lalu kita masih menclok sana menclok sini karena belum jelas pasangannya. Kalau sekarang lebih menguntungkan karena sudah ada 5 pasangan, kita tinggal pilih saja," tandas Handaka. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads