Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan mengatakan, mulai 1 Juni 2011 akan melakukan sensus terhadap hewan ternak yakni sapi dan kerbau. Sehingga nantinya ada data valid ketersediaan pasokan daging sapi.
"Lewat sensus (ternak) ini, di 2014 kita tidak akan impor sapi," ujarnya ketika ditemui dalam acara Mou dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di kantor BKPM, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (4/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi paling cepat 2014 dan data sensus ini juga penting karena selama ini. Meski kita punya tingkat kemampuan dalam negeri, namun kita tak punya informasi valid tentang hal itu," jelas Rusman.
Sensus yang dilakukan 1 Juni nanti akan selesai di akhir tahun ini, Rusman memgaku akan bergerak cepat untuk menyelesaikan sensus tersebut.
"Diharapkan di awal tahun depan kita sudah bisa susun roadmap ketersediaan produksi sapi secara langsung sehingga target bisa terlaksana," tegas Rusman.
Menurut data Kementerian Pertanian, populasi ternak yang ada di Indonesia jumlah sapi potong mencapai 13,6 juta ekor, kerbau 2,01 juta ekor, kambing 16,84 juta ekor, domba 10,91 juta ekor, ayam buras 268,95 ribu, ayam ras petelur 103,841 ribu dan ayam ras daging 1,249 juta ekor.
Sensus ini penting karena dari historis yang ada Indonesia tercatat terakhir mengekspor daging sapi pada 1976, dan pertama kali impor di 1990 dengan jumlah 18.000 ekor sapi. Namun setelah 20 tahun berjalan jumlah impor sapi semakin bertambah hingga 600.000 ekor.
(dnl/qom)











































