Dirjen Hortikultura Hasanudin Ibrahim mengatakan, Indonesia harus mulai menempatkan pertanian dalam pilar ekonomi sebagai sumber pendapatan bangsa.
"Jumlah penduduk Indonesia adalah yang terbesar keempat di dunia. Di Indonesia lahannya luas. Jadi sudah seharusnya menempatkan pertanian di pilar perekonomian sebagai sumber pendapatan bangsa," kata Hasanudin saat ditemui dalam acara Agrinex Expo 2011 di JCC, Senayan, Jakarta, Jumat (4/3/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada empat yang menjadi tolak ukur kesuksesan di pertanian, yakni swasembada, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing dan ekspor, lalu kesejahteraan petani," jelas Hasanudin.
Di tempat yang sama, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, untuk pembangunan jangka panjang, pemerintah akan menempatkan pertanian sebagai sektor utama.
"Ketahanan pangan adalah masalah hidup mati. Pemerintah menyiapkan respons untuk sektor pertanian dalam menghadapi perubahan iklim yang ekstrem," jelas Hatta.
Responsnya adalah pemberian bibit tanaman produktif untuk meningkatkan produksi, dan bantuan aliran dana.
Ini dilakukan karena terus menurunnya peningkatan produksi padi di 2010, yang ditengarai akibat perubahan iklim.
"Di 2010 peningkatan produksi padi cuma 2%, padahal tahun-tahun sebelumnya sampai 5%. Di 2011 diharapkan di atas 5%," jelas Hatta.
Dikatakan Hatta, Perubahan iklim yang terjadi jangan membuat Indonesia patah semangat, namun harus dijadikan peluang.
"Sektor pertanian membuka lapangan pekerja terbesar, tampat berkumpulnya sebagian besar petani kita," tegas Hatta.
(dnl/dnl)











































