"Dengan adanya peningkatan ICP, itu dampaknya memang masih ke peningkatan defisit," ujar Agus saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (4/3/2011).
Agus menyatakan beban defisit tersebut sehubungan dengan adanya penambahan anggaran pendidikan sebesar 20% dalam APBN sesuai dengan undang-undang dengan adanya penambahan belanja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun khawatir akan dampak pada anggaran negara terutama subsidi, Agus tetap yakin kenaikan ICP saat ini hanya bersifat sementara.
"Kalau secara umum kita masih berpandangan bahwa naiknya daripada ICP ini tidak permanen. Tapi kalau ditanya tentang dampaknya kepada penerimaan memang ada, tetapi di bagian belanja kita mesti tahu, karena ada subsidi listrik maupun subsidi BBM dan juga faktor anggaran untuk pendidikan yang harus dilakukan penyesuaian," jelasnya.
Seperti diketahui, tim harga minyak Indonesia melaporkan harga rata-rata minyak mentah Indonesia per Februari lalu berdasarkan perhitungan formula ICP mencapai US$ 103,31 per barel atau naik US$ 6,22 per barel dibandingkan awal tahun yang mencapai US$ 97,09 per barel.
Sementara itu dalam APBN 2011, pemerintah menargetkan defisit sebesar 1,8%.
(nia/dnl)










































